/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-12/ani1155.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-12/ani1155.gif), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ Luffy Stretching Arms

Pages

right under or

Friday, May 10, 2013

kode emoticon fb

emoticondengan fitur facebook yang dinamakan dengan "open Graph" kita bisa menampilkan gambar-gambar emoticon yang disediakan oleh facebook, dengan fitur ini kita bisa menampilkan emoticon yang sesuai dengan emosi kita, ya karena emoticon yang disediakan facebook terbatas, untuk itu pada posting kali ini saya akan share kode-kode emoticon facebook terbaru agar sobat bisa menggunakan emoticon lebih banyak lagi ok langsung saja ( baca juga ya artikel menarik kata kata lucu terbaru )

emoticon xD
emoticon smile


Emoticon
Code
Emoticon
Code
New Facebook Emoticons 2012
Adore
[[f9.adore]]Angel[[f9.angel]]
Angry
[[f9.angry]]
Bomb
[[f9.bomb]]
Bowl
[[f9.bowl]]
Brb
[[f9.brb]]
Cake
[[f9.cake]]
Call Me
[[f9.callme]]
Clap
[[f9.clap]]
Coffee
[[f9.coffee]]
Confused
[[f9.confused]]
Curly Lip
[[f9.curllip]]
Devil
[[f9.devilface]]
Doctor
[[f9.doctor]]
Ghost
[[f9.ghost]]
Fall in Love
[[f9.inlove]]
Kiss
[[f9.kiss]]
Laugh
[[f9.laugh]]
Baloons
[[f9.baloons]]Candle
[[f9.candle]]
Billiard
[[f9.billiard]]Fast Food
[[f9.fastfood]]
Piece of Cake
[[f9.cakepiece]]Gift
[[f9.gift]]
Love
[[f9.heart]]Love Over[[f9.heartbreak]]
Lying
[[f9.lying]]Neutral[[f9.neutral]]
Pizza
[[f9.pizza]]Plate[[f9.plate]]
Raining
[[f9.rain]]Rainbow[[f9.rainbow]]
Rofl
[[f9.rofl]]Rose[[f9.rose]]
Rose Down
[[f9.rosedown]]Shock[[f9.shock]]
Shut Mouth
[[f9.shutmouth]]Blushing[[f9.shy]]
Silly
[[f9.silly]]Skeleton[[f9.skull]]
Sleepy
[[f9.sleepy]]Star[[f9.stary]]
Tongue
[[f9.tongue1]]Thumbs Down[[f9.thumbsdown]]
Party
[[f9.party]]
Sun
[[f9.sun]]
Ring
[[f9.ring]]
Sunrise
[[f9.sunrise]]
Wine
[[f9.wine]]
Teddy
[[f9.teddy]]
.

big troll face :
‎[[272107609513061]] [[272107626179726]] [[272107646179724]] [[272107652846390]]
[[272107682846387]] [[272107706179718]] [[272107716179717]] [[272107726179716]]
[[272107736179715]] [[272107752846380]] [[272107769513045]] [[272107782846377]]
[[272107796179709]] [[272107809513041]] [[272107826179706]] [[272107832846372]]
[[272107852846370]] [[272107866179702]] [[272107882846367]] [[272107892846366]]

emoticon troll face :


Troll face: [[171108522930776]]
ARE YOU F****NG KIDDING ME: [[143220739082110]]
Me Gusta: [[211782832186415]]
Mother of God: [[142670085793927]]
Cereal Guy: [[170815706323196]]
LOL Face: [[168456309878025]]
NO Guy: [[167359756658519]]
Yao Ming: [[218595638164996]]
Derp: [[224812970902314]]
Derpina: [[192644604154319]]
Forever Alone: [[177903015598419]]
Not Bad : [[NotBaad]]
F*** yeah : [[105387672833401]]
Challenge accepted: [[100002727365206]]
Okay face: [[100002752520227]]
Dumb b***h: [[218595638164996]]
Poker face [[129627277060203]]
Okay face [[224812970902314]]
Official rage face [[FUUUOFFICIAL]]
No [[167359756658519]]
MOG [[142670085793927]]
Feel like a sir [[168040846586189]]
Forever alone christmas. [[125038607580286]]

tulisan pesan :

Met Siang
Code:
[[147702285338528]] [[196752423751220]] [[334073456605673]] [[316143388416019]] [[164866556948132]] [[244961858909298]] [[309221402452022]] [[251496118250464]]

I LOVE YOU :
Code:
[[164866556948132]] [[238594039545396]] [[180901405340714]] [[224202614323263]] [[196752423751220]] [[142420399202282]] [[180901405340714]] [[199626093460643]]

GALAU :
Code:
[[251496118250464]] [[244961858909298]] 
[[238594039545396]] [[244961858909298]] 
[[199626093460643]]
Emoticon tulisan berformat besar :
[[196920740401785]] - A
[[113544575430999]] - B
[[294715893904555]] - C
[[294660140569858]] - D
[[328415510520892]] - E
[[270221906368791]] - F
[[212614922155016]] - G
[[205633882856736]] - H
[[256255337773105]] - I
[[288138264570038]] - J
[[296999947008863]] - K
[[216672855078917]] - L
[[278786215503631]] - M
[[241341589270741]] - N
[[312524205448755]] - O
[[200138403410055]] - P
[[165410113558613]] - Q
[[203403609746433]] - R
[[334427926570136]] - S
[[250632158335643]] - T
[[285985351447161]] - U
[[343627398996642]] - V
[[315740851791114]] - W
[[136342506479536]] - X
[[224173507657194]] - Y
[[317710424919150]] – Z

atau 

[[107015582669715]] = A
[[116067591741123]] = B
[[115602405121532]] = C
[[112542438763744]] = D
[[115430438474268]] = E
[[109225112442557]] = F
[[111532845537326]] = G
[[111356865552629]] = H
[[109294689102123]] = I
[[115636698451811]] = J
[[116651741681944]] = K
[[115807951764667]] = L
[[106596672714242]] = M
[[108634132504932]] = N
[[116564658357124]] = O
[[111669128857397]] = P
[[107061805996548]] = Q
[[106699962703083]] = R
[[115927268419031]] = S
[[112669162092780]] = T
[[108983579135532]] = U
[[107023745999320]] = V
[[106678406038354]] = W
[[116740548336581]] = X
[[112416755444217]] = Y
Emoticon ICON

[[yahoo]]
[[google]]
[[facebook]]
[[kaskus]]
[[amazon]]
[[youtube]]
[[googlechrome]]
[[opera]]
[[internetexplorer]]
[[flock]]
[[microsoft]]
[[microsoftword]]
[[microsoftexcel]]
[[microsoftpowerpoint]]
[[megaxus]]
[[grandchase]]
[[indovision]]
[[history]]
[[sony]]
[[nokia]]
[[telkomsel]]
[[windows]]
[[transformer]]
[[itones]]
[[photosop]]
[[142318662481784]] = Victorbook
[[131763186925449]] = Uksw
[[141996965827812]] = Indonesia
[[137748709592464]] = Indonesia Hiphop Community
[[134068549961650]] = Maluku
[[104527799601292]] = Bali
[[136001599765939]] = Jakarta
[[137951926227398]] = Salatiga
[[140145309347027]] = Topi
[[252346194801306]] = RUMAH 

Emoticon Tokoh

[[334954663181745]] - Kode Emotion Facebook untuk Spongebob
[[332936966718584]] - Kode Emotion Facebook Hello Kitty
[[326134990738733]] - Kode Emotion Facebook Pikachu
[[297354436976262]] - Kode Emotion Facebook Santa Claus
[[269153023141273]] - Kode Emotion Facebook Poring
[[252497564817075]] - Kode Emotion Facebook Kerokeroppi
[[250128751720149]] - Kode Emotion Facebook Domo Kun
[[249199828481201]] - Kode Emotion Facebook Konata Izumi
[[236147243124900]] - Kode Emotion Facebook Pokeball
[[224502284290679]] - Kode Emotion Facebook Nobita
[[223328504409723]] - Kode Emotion Facebook Gintoki Sakata
[[196431117116365]] - Kode Emotion Facebook Shin chan
[[157680577671754]] - Kode Emotion Facebook Angry Bird
[[155393057897143]] - Kode Emotion Facebook Doraemon
[[144685078974802]] - Kode Emotion Facebook Mojacko
[[138529122927104]] - Kode Emotion Facebook Pedo Bear

Sunday, May 5, 2013

Yakin dengan Keputusan, Membuat Hatiku Terasa Perih



Kembali aku menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa. Mungkin perasaanku saja, ujarku dalam hati. Ku lirik jam tangan ku yang menunjukan jam setengah 6 sore, pantas keadaan parkiran sudah sepi. Hanya ada beberapa motor yang masih setia menunggu majikannya untuk pulang. Aku sendiri baru selesai dari ekskul ku yaitu PASMUNSA. Sebenarnya belum selesai, hanya saja aku izin pulang lebih awal. Mood ku dari tadi pagi sedang tidak bagus, ditambah cuaca hari ini yang selalu mendung.

Aku tersenyum ketika melihat motor kesayangan ku dari kejauhan. Waktunya pulang, batinku lirih. Kulangkahkan kaki menuju motor matic ku. Tak sampai 5 langkah, aku menghentikan langkah ku. Mereka benar-benar lupa… Rasanya aku ingin menangis saja. Kenapa mereka semua bisa lupa hari ulang tahun ku? Bahkan Hafidz pun juga tidak ingat. Aku sengaja tidak mengatakan apa-apa kepada mereka tadi pagi. Aku masih menunggu hingga mereka sadar, bahwa temannya yang satu ini sedang merayakan hari kelahirannya. Tapi, segitu buruk kah ingatan mereka? Ingin sekali aku berteriak di parkiran ini.

Dengan kesal, aku berjalan secepat mungkin menuju motorku. Lebih baik pulang, tiduran di kamar sambil membaca novel. Lupakan hari ulang tahun ku!! Namun langkah itu mulai terdengar kembali. Siapa? Apakah penguntit? Tanpa sadar aku mulai sedikit berlari, dan langkah itu pun juga terdengar sedang berlari mengejarku. Tunggu. Kenapa aku mendengar langkah kaki banyak orang? Jangan-jangan aku akan dikeroyok. Oh tuhan, lindungilah aku.

Karena penasaran, ku beranikan diriku untuk menoleh ke belakang secepat mungkin, melihat apa yang terjadi sebenarnya. Dan sedetik kemudian aku merasa butiran-butiran putih mengenai seluruh tubuhku. Lalu disusul dengan cairan kuning mengenai rambutku. “Happy Birthday Agnes,” ujar mereka serempak lalu tertawa terbahak-bahak.

Kulihat Sonia, Della, dan Icha sedang membawa sisa-sisa tepung, yang tentu saja juga mengenai baju mereka walau tidak sebanyak aku. “Oh shiiitt.. Kalian gila apa?” teriakku kesal walau hati kecil ku merasa senang. Senang karena mereka ingat aku.

“Ya ampun, gitu aja ngambek. Sini gue kasi lagi,” Adhyt lalu melemparkan telur ke kepala ku dan semua kembali tertawa. Aku hanya bisa menunduk, membiarkan cairan kuning itu jatuh ke tanah. Dan tidak lama kemudian aku melihat Angga membawa seember air. Buru-buru aku lari, namun ditahan oleh Sonia dan Icha. Dan jadilah kami bertiga terkena air.

“Ya Angga, kenapa gue jadi kena sih? Ini kan air bekas pel Pak Nubi. Sialan lo!” rengek Sonia lalu melempar tepung yang tersisa kearah Angga. Angga pun mencoba untuk menghindar. Aku tertawa melihat mereka. Mereka bener-bener pasangan yang serasi.

Dan entah dari mana, Della tiba-tiba membawa blackforest yang berisi angka 16 kehadapan ku. “Make a wish dulu donk, Nes.”

Aku mulai memejamkan mata untuk berdoa. Ku buka mata secara perlahan sambil menatap satu persatu teman sekelas ku di X6. Sonia, Angga, Icha, Della, Adhyt, dan.. “Hafidz mana?” tanya ku polos.

Kulihat raut wajah mereka berubah. Lalu Icha menyela, “Hafidz lagi nganter Tari ke toko buku. Lo tau lah Tari, ee.. dia anak baru,” Kulihat Icha sejenak ragu-ragu. “Bu Sepka tadi nyuruh Hafidz buat nemenin Tari beli buku pelajaran.”

“Oh,” Hanya itu kata yang keluar dari mulut ku. Kupaksakan untuk tersenyum. Melihat perubahan ekspresiku, Adhyt yang memang terkenal jahil mulai melumuri wajahku dengan krim yang ada di kue, lalu disusul oleh Icha. Tak mau kalah, aku langsung membalasnya. Selang beberapa menit, kami berenam sudah menjadi badut amatiran yang wajahnya dipenuhi krim.
***
Hafidz . Nama yang sudah tak asing lagi di telinga ku. Selain letak rumah yang bersebelahan, kami juga selalu satu sekolah bahkan sekelas. Dimana ada Hafidz, selalu ada aku. Aku seperti menemukan sosok kakak di dalam diri Hafidz, karena aku sendiri anak bungsu yang tinggal sama ortu setelah saudara-saudaraku telah memiliki keluarga masing-masing. Menjadi anak bungsu memang mengasyikan. Semua perhatian Mama dan Papa tercurah untuk ku. Namun hidup bungsu tanpa saudara di rumah juga sangat menyedihkan malah membosankan. Tapi, selama ada Hafidz yang selalu disamping ku, hidup menjadi anak bungsu yang tinggal sendiri seperti anak tunggal tidak masalah.

Sejenak aku memejamkan mata, mencoba mengingat kejadian tadi sore. Yang terlintas dibenak ku hanya lah Tari. Murid pindahan yang seminggu terakhir mencuri perhatian teman-teman sekelas. Ya, dia cantik dan modis. Dan tak butuh waktu lama, aku yakin Tari akan menjadi salah satu deretan siswi populer di SMA Negeri 1 Curup.

Aku kembali membuka mata. Kulirik foto yang terpajang manis di meja belajarku. Foto dua anak SD yang sama-sama membawa balon. Aku masih ingat, saat itu hari ulang tahun Hafidz yang ke-10. Mama Hafidz atau biasa ku panggil Tante Nana ngotot untuk menggambil foto kita berdua. Untuk kenang-kenangan katanya.

Alunan lagu Only Hope milik Mandy Moore terdengar dari meja belajarku. Dengan malas aku bangkit dari tempat tidur. Siapa sih yang nelpon malam-malam? Dengan kesal ku tekan salah satu tombol di HP, tanpa melihat nama yang tertera di layar. “Halo,” sapaku enggan.

“Akhirnya diangkat juga. Nes, buruan ke balkon sekarang.” ujar seseorang yang aku kenal. “Jangan lupa pakek jaket, dingin banget disini. Gue tunggu, Nes.”

Belum sempat aku menjawab, telepon sudah di tutup. Sialan Hafidz. Aku yang masih binggung atas ucapanya buru-buru membuka lemari mencari jaket tebalku. Tak butuh waktu lama, aku sudah berdiri di balkon kamarku yang bersebelahan dengan balkon kamar Hafidz. Kamar ku dan kamar Hafidz sama-sama ada di lantai atas.

“Lo belum tidurkan?” tanya Hafidz dari balkonnya. Ku lihat Hafidz menggunakan kemeja putih dan celana jeans hitam yang membalut tubuh atletisnya. Sepertinya ia baru pulang.

“Belum lah, masih jam 9 juga. Lo sendiri baru pulang?”

“Iya. Tadi gue nganter Tari beli buku. Capek banget, Nes. Nggak nyangka kalo si Tari suka baca novel sama kayak lo.“ Ku lihat Hafidz tersenyum gembira. Belum pernah aku melihat ia sebahagia ini. Lalu ia menceritakan kejadian-kejadian yang lucu di toko buku. Aku hanya menanggapi dengan kata-kata singkat seolah aku menyimak cerita Hafidz. Walau sebenarnya aku tidak mendengarkan apa-apa.

Ada sesuatu yang mengganjal. Aku menerawang ke bawah melihat jalanan, yang tentu saja sepi. Jalan di kompleks perumahan kan tidak seramai jalan raya.

“Nes? Halo… Agnes? Agneeesss… Lo denger nggak sih?” Panggilan Hafidz membuyarkan lamunan ku.

“Apa? Eh maksud gue, gue denger kok,” ucapku terbata-bata.

Hafidz mendengus. “Gue tau lo nggak denger omongan gue. Lo lagi mikirin apa sih?

“Kita balik ke setahun yang lalu ya?” ujarku tiba-tiba.

Hafidz terlihat bingung.

“Kita pacaran sampai sini aja. Lagian lo sama gue lebih cocok buat sahabatan. Entah kenapa gue rindu Hafidz yang dulu. Hafidz yang selalu ngejek gue jelek, Hafidz yang selalu bandingin gue sama cewek-cewek populer waktu SMP, sampai Hafidz yang selalu bangunin gue kalo gue telat bangun. Semenjak kita pacaran, rasanya ada yang berubah dalam diri kita.” Sejenak aku memejamkan mata untuk mengatur emosi. “Lo mau kan kalo kita sahabatan lagi?” tanya ku ragu.

Ku lihat Hafidz terkejut mendengar ucapanku. Biarlah. Jujur, setelah aku dan Hafidz pacaran, aku melihat perubahan sikap diantara kami. Seolah-olah ada tembok besar disekitar kami. Kami tidak dapat tertawa lepas seperti dulu saat SMP. Selalu ada sesuatu yang mengikat, mengingatkan bahwa kita tidak hanya berteman. Suatu komitmen yang bernama pacaran. Tapi aku sadar semenjak Tari masuk ke kelasku, aku merasa Hafidz tertarik pada gadis itu. Dan itu membuat aku muak. Aku kangen sama Hafidz, teman kecil ku.

“Kalo itu mau lo, gue terima. Asalkan kita bisa sahabatan lagi kayak dulu. Jangan gara-gara masalah ini, kita jadi diem-dieman.” ujar Hafidz lirih.

“Ya udah, gue duluan balik ke kamar ya. Dingin banget disini.”

Belum sempat aku melangkah, Hafidz sudah menahanku dan menyuruhku menangkap sesuatu yang dilemparnya. Untung kali ini aku bisa menangkapnya dengan tepat.

“Happy birthday Agnes. Maunya ngucapin satu tahunan kita jadian. Tapi kita kan baru aja putus. Gue doain semoga persahabatan kita langgeng sampai tua nanti.”
 
Aku hanya tersenyum lalu buru-buru masuk ke kamar. Ku hempaskan diriku ke tempat tidur. Perlahan kubuka hadiah Hafidz yaitu sebuah kotak kecil bermotif strawberry, buah kesukaan ku. Dalam kotak terdapat kalung berbandul separuh hati dan sebuah kertas kecil.
“Happy birthday peri kecilku dan happy 1st anniversary buat hubungan kita.
PS : Moga lo seneng ama tu kalung

Kurasakan butiran kristal jatuh dari pelupuk mataku, buru-buru aku hapus dengan tangan. Namun semakin aku berusaha, butiran itu semakin banyak. Ya Tuhan… Aku yakin akan keputusan ku. Tapi kenapa hati ku terasa perih?

Malam semakin larut. Namun seseorang masih terpaku, terdiam di balkon kamarnya sambil menatap balkon yang baru saja di tinggal pergi oleh pemiliknya. Pemilik yang bernama Agnes Tria Susanti. Teman kecilnya.
***
“Agneeess……!”

“Saya Pak! Saya Pak!” teriakku tak karuan. Mata ku mencoba melihat sekililing. Menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, ini kan kamarku? Lalu…

“Ouch shittt! Gue kira apa. Gila lo, Fidz. Ngapaen lo disini?” ujar ku kesal. Ku tarik selimut untuk menutupi tubuhku. Berniat melanjutkan mimpi ku yang tertunda gara-gara teriakan mahluk aneh ini.
Hafidz tertawa. “Ya ampun, dasar putri tidur. Buruan lo bangun, ini udah jam 10 pagi. Masa cewek males gini?” Hafidz menarik selimut ku lalu ditaruhnya di sofa.

“Hafidz!! Selimut gue balikin. Lagian ngapain juga bangun pagi? Ini tuh masih LIBURAN. Tahun ini kita kelas tiga, pasti belajar mulu kerjaannya. Kasi donk gue nikmatin liburan gue.” Jelas ku panjang lebar.

Ku dengar tawa Hafidz makin keras, seolah-olah mengganggu tidurku adalah hal terlucu di dunia ini. Aku hanya bisa pasrah. Beberapa bulan telah berlalu sejak hari itu. Hari dimana aku putus dengan Hafidz. Seperti yang kuduga, setelah kejadian itu hubungan kami kembali seperti SMP dulu. Dimana kami sering mengejek satu sama lain. Hafidz kembali pada hobby-nya yang senang melihat aku menderita. Dan aku kembali pada hobby lama ku, sering merecoki dia dengan kalimat panjang lebar.

“Cerewet banget sih,” rutuk Hafidz. “Buruan lo mandi, kita ke toko buku sekarang. Hari ini terakhir diskon lho. Katanya mau cari novel?” Aku melirik sebal kepadanya. Hafidz menghampiri aku, lalu dengan gemas Hafidz mengacak-acak rambut ku.

“Bilang aja lo mau beli komik. Pakek alasan gue beli novel lagi. Muna lo! Dari mana lo tau kalo diskonnya masih?” Kata ku sambil merapikan rambut ku yang berantakan.

“Icha yang ngasi tau. Terserah mau percaya atau nggak. Yang penting lo buruan mandi.” Lalu Hafidz pergi ke arah meja belajar untuk melihat koleksi novelku. Aku terkadang heran dengan Hafidz. Untuk ukuran cowok tinggi yang jago main basket, masa sih dia masih doyan baca komik. Apalagi komik favoritnya Detektif Conan. Benar-benar deh si Hafidz.

“Hafidz cakep, dengerin gue ya. Gue sih udah dari tadi mau mandi. TAPI GIMANA CARANYA GUE MANDI KALO LO MASIH BERKELIARAN DI KAMAR GUE???” Dan tak butuh waktu lama, bantal-bantal di tempat tidurku sudah melayang ke wajah Hafidz. Kulihat Hafidz mencoba menghindar dari serangan bantal-bantal sambil tertawa, lalu keluar dari kamarku.

Dilihat dari mana pun, kami memang hanya cocok untuk sahabatan. Setidaknya untuk saat ini. Aku tersenyum dan beranjak pergi dari tempat tidurku. Bersiap-siap untuk pergi ke tempat favorit kami. Dimana lagi kalo bukan toko buku. :D
***

Just Be Yourself, Ness..



"Ga perlu jadi yang lain Agnes.. Just be yourself okey"
***
Hay, nama gue
Agnes Tria Susanti. Tapi, walaupun begitu, nama gue ga sebagus kelakuan gue, gue sekolah di SMA SMA Negeri 1 Curup, disekolah gue terkenal sebagai cewek yang tomboy, males, bahkan jarang banget ada cowok yg mau jadi pacar gue-_-ya tapi bersyukurlah gue punya kaka2an yg menerima penampilan gue gini. Namanya, Hafidz, bisa dibilang dia itu palingggg deket sm gue. Semakin hari Gue semakin deket sama Hafidz, sampai saatnya ada siswi baru di kelas gua, Icha.. Dia itu cewek feminin, tapi juga cewek modus.. Dia selalu ngejek gua karena penampilan gua yg tomboy

Di kelas hari ini pelajaran lagi kosong, guru yang ngajar gak masuk. Dan di saat itu juga
Icha ngumumin didepan kelas, "Temen-Temen Besok dateng ya ke rumah gue, ada party ulang tahun guee jam 7 malem. Jangan sampe gak dateng, apalagi.. elo Agnes, pake baju yg cewek bgt yaa." Umumnya sambil tersenyum sinis sama gue. Gue pun sampai dirumah. Dikamar gue langsung bercermin, 'Emang bener gue terlalu tomboy?' Batin gue. Pada besoknya, gue berusaha dandan secantik mungkin buat party nya Icha, gue denger dia juga ngundang Hafidz. Jujur, gue gabisa nahan perasaan gue setahun ini sama dia.. Hafidz. Gue suka sama dia, bahkan saat gue tau dia udah punya pacar gue cemburu berat. Tapi, beruntunglah Hafidz sekarang jomblo, jadi banyak kesempatan gue gitu:D

Gue bakal mastiin, malam ini jam 7, bakal jadi cewek tercantik demi
Hafidz. "It's time to Makeover Agnes!! Cayooo" kata gue dengan semangat 45. Malampun tiba, gua segera pergi kerumah Icha. Sesampai nya orang orang yang ada disana ngeliat gue dari atas sampe bawah, sambil nahan tawa. "Wow, Amazing! Style apanih Nes? Lipstick belepotan, Rambut kuncir kuda, terus make baju heboh begini? Lo kira party gue ini apa? Iya gak Gha" cetus Icha, sambil menggandeng mesra Hafidz... "Agnes.. Elo.." Hafidz pun ikut ikutan gagap. Tanpa sadar gue nangis dan ninggalin party itu, pada saat keadaan hujan deres, gue berlari kuat kuat, sampai akhirnya gue berhasil keluar dari rumah Icha.. "Arrgghh!!!!!! Segini begonya gue?!!!"

"KENAPA GUE RELA BANGET JADI BEGINI, CUMA DEMI ORANG YANG ANGGEP GUE GA LEBIH DARI SEORANG ADIK!!!!!" Teriak gue, sambil menghapus lipstick, dan cemong make up yg gue buat dibawah deresnya hujan. "
Agnes!! Ness..". Gue denger teriakan itu, Hafidz nyari gue.. Gue berbalik badan dan tepat menemukan Hafidz yg sekarang berada di hadapan gue. "Buat apa lo nyusul gue, Fidz? Gue cuma pengen jadi cewek yg cantik dimata lo.. Karena gue suka sama lo" kata gue dengan jujur. "Agnes, gue suka sama lo .. Just be yourself, Agnes. Gue suka lo yang tomboy, apalagi waktu lo main basket." Mendengar kata kata yg dilontarin sama Hafidz.. Mendadak gue langsung meluk dia. "Gak perlu jadi yg lain Agnes"

"Lo bener
Fidz?" Tanya gue sama Hafidz. "Iyaa bawel:D" kata Hafidz sambil menarik hidung gue. "eh, sakit!-_-udah ah dingin gue nihh ujan ujanan". "Nih, pake ya" katanya sambil ngasih jaketnya.